banner 728x250

Malam ke-3 Pentas Seni Berejong Festival Kian Semarak, Rajo Malim Paduko Hadir di Tengah Penonton

Oplus_131072

RZAPUBLIK.COM – Malam ketiga Pentas Seni Pertunjukan Berejong Music Tradisional Festival semakin meriah dan penuh energi. Suasana panggung yang dipenuhi semangat para peserta membuat penampilan demi penampilan terasa begitu hidup. Dengan penuh percaya diri, para pelantun berejong mengekspresikan kemampuan mereka, menyajikan syair-syair tradisi yang sarat makna kehidupan, cinta, dan kearifan lokal.

Oplus_131072

Kemeriahan semakin terasa ketika di tengah-tengah acara hadir sosok yang tak asing lagi bagi masyarakat Bengkulu Utara, Dr. Ir. H. M. Imron Rosyadi, MM., M.Si. Tokoh yang lebih dikenal dengan sebutan Rajo Malim Paduko, Bupati Bengkulu Utara dua periode itu kini menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu Utara sekaligus tokoh masyarakat Rejang Provinsi Bengkulu.

Kehadirannya sontak disambut hangat oleh para penonton dan peserta. Bagi masyarakat, Rajo Malim Paduko bukan hanya figur pemimpin, tetapi juga tokoh adat yang konsisten mendorong pelestarian seni dan budaya daerah. Dalam kesempatan itu, beliau terlihat menyimak dengan penuh antusias setiap penampilan, menandai betapa seni berejong masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Bengkulu Utara.

Oplus_131072

“Berejong ini adalah warisan leluhur kita. Di dalam syairnya ada pesan moral, ada nasihat kehidupan, ada ungkapan kasih sayang dan doa. Kalau kita jaga, kalau kita lestarikan, maka seni tradisi ini akan terus hidup dan memberi arti bagi generasi mendatang,” ujar Rajo Malim Paduko di sela acara.

Ia juga menegaskan bahwa pelestarian seni tradisional tidak bisa hanya dilakukan oleh seniman, tetapi perlu dukungan bersama dari pemerintah, masyarakat, dan generasi muda. “Saya berharap berejong tidak hanya tampil di desa atau acara tertentu saja, tapi juga bisa menjadi identitas Bengkulu Utara yang dikenal luas, bahkan di tingkat nasional,” tambahnya.

Malam itu pun tercipta suasana yang penuh keakraban dan rindu. Beberapa seniman berejong tampak larut dalam momen nostalgia, seolah ingin melepas rasa kangen mereka terhadap sosok pemimpin masa lalu yang dekat dengan rakyat. Saat Rajo Malim Paduko melantunkan syair berejong, beberapa perejong spontan membalas dengan syair-syair pantun, menciptakan dialog musikal yang hangat di atas panggung. Suasana itu membuat penonton terhanyut, seakan berejong bukan hanya seni suara, melainkan bahasa hati yang menghubungkan pemimpin dan masyarakatnya.

Pentas malam ketiga ini juga menjadi bukti bahwa Berejong Music Tradisional Festival tidak hanya sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempertemukan seniman, tokoh masyarakat, dan generasi muda. Tradisi berejong yang dahulu hanya dikenal di desa-desa kini hadir di panggung besar, menjadi kebanggaan bersama serta simbol penguatan identitas budaya Rejang.

Dengan hadirnya tokoh penting seperti Rajo Malim Paduko, harapan pun semakin menguat bahwa seni tradisi berejong akan terus berkembang, tidak hanya sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga sebagai kekayaan yang layak diperkenalkan ke tingkat nasional bahkan internasional.

*REDAKSI RZAPUBLIK*
HENDRA GUNAWAN
ROBI KURNIADI

Editor: Hendra Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *