RZAPUBLIK.COM – Bupati Arie Septia Adinata., S., E., M.Ap, Menerima kunjungan Febrian bersama mahasiswa Universitas Ratu Samban dalam rangka meluruskan isu yang sempat viral terkait set men Febrian terhadap bupati kabupaten bengkulu utara tentang intimidasi dan Anti kritik.
Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 7 april 206 bertempat diruang kerja bupati kabupaten bengkulu utara berjalan dengan baik, hasil dari komunikasi tersebut
terungkap fakta, bahwa isu yang berkembang tersebut sebenarnya tumbuh dikarenakan miskomunikasi sehingga terjadi kesalahpahaman dan kesalahan persepsi diantara kedua belah pihak.
Dari pantauan awak media ini, Kedatangan Febrian beserta mahasiswa UNRAS lainnya disambut lansung oleh bupati kabupaten bengkulu utara. Di kesempatan tersebut Febrian sekaligus mewakili mahasiswa Unras secara langsung meminta maaf kepada Pemkab bengkulu utara atas kesalahpahaman yang telah menimbulkan kegaduhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Febrian juga menyampaikan, kedepannya pergerakan mahasiswa unras siap mengawal dan menjaga demokrasi di Kabupaten Bengkulu Utara.
“Hari ini semua permasalahan telah diklirkan atas kesalahan pahaman antara mahasiswa dan pemerintah. Kami mahasiswa juga meminta maaf kepada Pemerintah atas kegaduhan ini,” Ungkap Febrian.
Dalam kesempatan itu juga. Bupati Arie juga menyampaikan, pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam meluruskan kesalahpahaman yang sempat berkembang luas di publik, khususnya di media sosial.
Dialog yang terbangun pun menjadi awal penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kami sepakat untuk bersinergi. Pemerintah membangun daerah, mahasiswa membangun persatuan dan berkontribusi di bidang pendidikan,” ungkapnya.
“Hari ini terbangun komunikasi yang baik antara mahasiswa UNRAS dengan pemerintah daerah. Kami berdiskusi panjang lebar terkait agenda ke depan, sekaligus meluruskan kisruh yang sempat beredar di media sosial,” ujar Arie.
Ia menegaskan bahwa isu intimidasi yang beredar sebelumnya lebih disebabkan oleh miskomunikasi dan kesalahan persepsi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dalam membangun Bengkulu Utara sesuai dengan peran masing-masing. Tutup nya.***
*Redaksi Rzapublik*
Hendra Gunawan
Robi Kurniadi














