RZAPUBLIK.COM – Pemerintah desa kuro tidur, kecamatan kota argamakmur mengelar kegiatan khususnya dalam penanganan stunting untuk Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan lingkup desa kuro tidur.

Kegiatan peningkatan kapasitas kader dalam rangka pencegahan stunting yang digelar pemerintah desa kuro tidur, pada hari Selasa tanggal 20 mei 2025, bertempat di kantor desa kuro tidur.
Acara tersebut berlangsung hikmat, Dihadiri Camat Kota Arga Makmur Syafaruddin,S.St,M.Si,beserta Stap, Penyuluh KB kecamatan , Angota dari BKKBN bengkulu utara,peserta kader posyandu Kuro Tidur, , tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Dikesempatan itu dalam sambutannya kepala desa kuro tidur, Alex Nauli Arahap menyampaikan, musyawarah dalam rangka pencegahan stunting
Yang digelar tersebut salah satu program pembangunan desa yang menggunakan anggaran DD tahun 2025, bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Kuro Tidur, khususnya dalam penanganan stunting. Jelas Alex
Bertindak sebagai kepala desa, Alex sangat mengapresiasi kinerja
semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini.
“Saya berharap kader kesehatan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kuro Tidur,” Ujar Alex.
Alex menambahkan, Pelatihan kader posyandu sangat penting agar mereka dapat mengidentifikasi kasus stunting, memberikan edukasi gizi, dan melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara tepat.
“Kader kesehatan juga perlu dilatih untuk memberikan konseling gizi yang tepat kepada ibu hamil dan menyusui, pengetahuan kader kesehatan di Desa Kuro Tidur sangat la penting,” Kata Alex.
Kegiatan ini menggunakan dana dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP),Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah dari BKKBN Bengkulu Utara.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat relevan dengan isu kesehatan masyarakat, yaitu Pemanfaatan Protein Hewani dalam Penanggulangan Stunting, MP-ASI Cegah Stunting dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak.
Sementara itu, Camat kota Arga Makmur,Syafaruddin,S.St,M.Si, menyampaikan Pencegahan stunting membutuhkan kebijakan dan program yang terpadu, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat desa.
Penguatan peran kader kesehatan dan posyandu di tingkat desa sangat penting dalam pelaksanaan program pencegahan stunting, Kolaborasi lintas sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian, juga sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.
Dengan adanya peningkatan kapasitas kesehatan, masyarakat akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik untuk mencegah stunting. Tutup Camat. ADV.
*Redaksi Rzapublik*
Hendra Gunawan
Nurul Afni














