banner 728x250

Hari Berganti Bulan Bulan Berganti masa Nasib Saudara Kami Di pulau Enggano Semakin terpuruk

Oplus_131072

RZAPUBLIK.COM – Akibat terjadi nya pendakalan jalur Pelabuhan Pulau Baai berimbas patal bagi 4000 lebih jiwa masyarakat kabupaten Bengkulu Utara yang tinggal di pulau Enggano, terancam krisis ekonomi.

Oplus_131072

Minimnya respon Gubernur Provinsi Bengkulu untuk mengatasi jalur Pelabuhan pulau baai, telah menimbulkan dampak krisis perekonomian dan sulitnya bagi masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan, hal ini menjadi keresahan masyarakat kabupaten bengkulu utara yang tinggal di pulau Enggano.

Dari pantauan awak media ini dan dihimpun dari beberapa informasi,
Fakta yang dialami masyarakat pulau Enggano saat ini, lebih dari 3 bulan tak mendapatkan layanan transportasi kapal.

Fakta ini seharusnya tidak terjadi dan tidak seharusnya dialami masyarakat pulau enggano jika kita berbicara teknologi yang kini sedang berkembang di negara Republik Indonesia,

Dengan kecanggihan teknologi tersebut, tidak mungkin hal yang sepele kini dialami warga negara Indonesia yang tinggal di pulau Enggano terjadi, kecuali memang tidak diperhatikan atau memang ada pembiaran yang disengaja kan pihak pemerintah provinsi bengkulu.

Terkait hal yang terjadi di pulau enggano, melalui via WhatsApp salah satu awak media online yang tinggal di kabupaten bengkulu utara menginformasikan. Enggano bukan saja mengalami krisis ekonomi, kini sudah berimbas pada pasien yang sangat membutuhkan pengobatan dan membutuhkan pertolongan kesembuhan.

Ishak adalah warga desa Malakoni
Melalui via WhatsApp, menyampaikan, soal pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, kini sudah berimbas terganggunya ekonomi akibat tidak ada aktivitas perkapalan di Pelabuhan.

“Tidak hanya itu ia juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan berobat untuk tindak lanjut berobat ke Bengkulu padahal pasien sangat membutuhkan pengobatan pertolongan kesembuhan.” Keluh Ishak.

Lanjut Ishak, Sementara dalam waktu satu minggu kedepan belum ada titik terang tentang nasib kami di pulau Enggano, apalagi dengan adanya himbauan tentang larangan untuk kapal ikan yang tidak boleh mengangkut penumpang sudah tidak di perbolehkan lagi.ungkap Ishak.

Disampaikan Ishak, dengan adanya himbauan tersebut maka kami masyarakat adat pulau Enggano mohon kepada Bapak Gubernur Bengkulu dan Bupati Bengkulu Utara dan stakeholder yang ada di Bengkulu untuk memberi kebijakan dan kemudahan buat kami,” Harap Ishak.

Ishak mengatakan, kini Ada salah satu keluarga kami yang sangat membutuhkan pertolongan untuk tindak lanjut berobat ke Bengkulu, untuk kesembuhan, pasien sudah
beberapa hari yang lalu menunggu kapal transportasi laut maupun udara untuk berangkat berobat ke Bengkulu.Ujar Ishak.

“Kami sudah berupaya untuk mendapatkan tiket pesawat sesuai kebutuhan, untuk keluarga pasien masih tidak bisa terpenuhi, dikarenakan sangat terbatas kapasitas penumpang yakni hanya 11 orang, juga tidak ada tiket yang kosong full disetiap jadwal penerbangannya untuk Enggano Bengkulu,” kata Ishak.

Kami berharap pemerintah Propinsi Bengkulu, dalam hal ini Gubernur Helmi Hasan dapat memberikan kebijakan dan pertimbangannya, agar keluarga kami khusus untuk pasien kini sangat membutuhkan pertolongan medis.

Juga sangat mendesak dan sangat perlu perhatian paling mendesak, saat ini adalah nasib ribuan masyarakat adat di Pulau Enggano yang sudah terisolir selama lebih dari tiga bulan. Ada ribuan orang juga yang kini masih terkurung di pulau. Dan ini yang harusnya jadi perhatian serius pemerintah.

*Redaksi Rzapublik*
Hendra Gunawan
Nurul Afni

Penulis: Hendra Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *