RZAPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Utara mengelar kegiatan Pembinaan Desa Cinta Statistik Tahun 2025 dan pengukuhan Agen Statistik Desa Karang Suci, kecamatan kota argamakmur.sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan statistik di tingkat desa.

Kegiatan pembinaan desa cita statistik ( Desa Cantik) yang digelar di ruang kantor desa karang suci hari rabu 30/04/2025, secara resmi dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Heru Susanto, ST.
kegiatan tersebut dihadiri. Kepala BPS Bengkulu Utara, Perwakilan Dinas Kominfo, Dinas PMD, para agen statistik, Perangkat Desa, BPD, dan masyarakat Desa Karang Suci.

Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Utara, Iin Inayati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah serta seluruh pihak yang telah mendukung program Desa Cantik.
Ibuk Iin menjelaskan, bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mendukung Satu Data Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, PP Nomor 51 Tahun 1999, serta Perpres Nomor 39 Tahun 2019.
“Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong dan memfasilitasi penyelenggaraan statistik sektoral di desa melalui peningkatan kapasitas SDM desa agar memiliki kompetensi dalam perencanaan, pengumpulan, pengolahan, dan diseminasi data statistik yang berkualitas,” ujarnya.
Desa Cantik sendiri merupakan program unggulan BPS yang telah berjalan sejak 2021, dimulai dari Desa Marga Bakti, Kecamatan Pinang Raya, Desa Sumber Rejo, Desa Rama Agung, hingga Desa Marga sakti Kecamatan Padang Jaya.
“Tahun ini, Desa Karang Suci terpilih mewakili Bengkulu Utara dalam program Desa Cantik,” Ujar Ibuk Iin
Ditempat yang sama, Asisten II, Heru Susanto, dalam arahannya menekankan pentingnya peran data statistik dalam proses pembangunan daerah, Heru juga mengingatkan para agen statistik untuk menjaga integritas dan kualitas data yang dikumpulkan. Tegas Heru
“BPS saat ini memegang peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, karena data usulan dari daerah ke pusat mengacu pada data yang dikumpulkan BPS,” ungkap Heru.
Heru menjelaskan, para agen statistik harus mampu bersosialisasi dan mengedukasi masyarakat agar data yang dikumpulkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Tutup Heru. (ADV)
*Redaksi Rzapublik*
Hendra Gunawan
Nurul Afni














